Ya, siang lalu saya mengisi air ulang ke depo air minum yang tak jauh dari tempat tinggal saya di Bumi Pahlawan, tak sengaja saya bertemu ibu-ibu yang seperti meneriakkan yel-yel, Semanggi... Semanggi... Semanggi ...
Memang sudah lama saya ingin menikmati makanan khas suroboyo ini, makanan langka yang sudah asing ditelinga masyarakat modern saat ini. Semanggi bagi saya rasanya muantap banget, penyajiannya yang khas memakai daun pisang membuat aroma makanan yang komposisi utamanya adalah daun semanggi ini semakin membangkitkan selera penasaran saya untuk menyantapnya langsung. Harga persajinya cukup murah, sekitar Rp 6.000 itu sudah termasuk krupuk upilnya.
Biasanya penjual semanggi itu sulit dikenali, dan tak jarang penjualnya tak mengucapkan satu katapun ketika melewati jalan depan rumah. Itulah yang membuat saya kecolongan terus ketika rasa penasaran untuk incip-incip makanan khas suroboyo ini. Dan puncaknya, ya pada hari itu, mengisi air minum di depo isi ulang + beli semanggi.
Leave a respond
Posting Komentar